Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Teruntuk ‘Guruku Tersayang’ Ini Momen Persembahan Anggota DPR Melly Goeslow hingga Ahmad Dhani saat Rapat DPR Bersama Guru

Potret Anggota Komisi X DPR RI (dari kiri ke kanan), Ahmad Dhani, Once Mekel, dan Melly Goeslaw.
Potret Anggota Komisi X DPR RI (dari kiri ke kanan), Ahmad Dhani, Once Mekel, dan Melly Goeslaw. (Foto: Instagram.com/@melly_goeslaw)

Jabodetabek.Id- Sedang hangat diperbincangkan di media sosial (medsos) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi X DPR RI untuk mendengar aspirasi dari berbagai organisasi guru Tanah Air di Senayan, Jakarta, pada Kamis, 6 Februari 2025.

Terdapat momen menarik dalam sela-sela rapat, Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayati menyoroti kehadiran Ahmad Dhani dan Melly Goeslaw yang hadir sebagai anggota Komisi X dari Fraksi Gerindra.

Esti tidak ragu untuk meminta keduanya menyumbangkan suaranya untuk menghibur sejumlah guru yang hadir dalam kesempatan itu.

“Enaknya Komisi X ini banyak anggotanya artis, Mas Dhani mungkin bisa nyanyi satu bait lagu,” ucap Esti.

Sadar namanya disebut, Ahmad Dhani pun tersipu, serta para guru yang hadir mewakili organisasi persatuan guru melihat ke arah anggota DPR sekaligus musisi Band Dewa 19 itu.

Sempat malu-malu, Ahmad Dhani akhirnya menyanyikan salah satu lagu Dewa 19 ciptaannya yang berjudul ‘Hadapi dengan Senyuman’ (2004).

“Hadapi dengan senyuman / Semua yang terjadi biar terjadi / Hadapi dengan tenang jiwa / Semua kan baik-baik saja / Bila ketetapan Tuhan / Sudah ditetapkan / Tetaplah sudah / Tak ada yang bisa merubah / Dan takkan bisa berubah,” nyanyi Ahmad Dhani sampai bagian reff lagu itu.

Momen Haru Melly Goeslaw Nyanyi Sebait Lagu untuk Guru

Dalam kesempatan yang sama, Melly Goeslaw yang turut bernyanyi ‘Guruku Tersayang’ ciptaannya sendiri yang kerap digunakan sebagai lagu penghormatan kepada guru di sekolah.

“Guruku tersayang / Guruku tercinta / Tanpamu apa jadinya aku / Tak bisa baca tulis / Mengerti banyak hal / Guruku terima kasihku,” nyanyi Melly Goeslaw di hadapan para guru dalam kesempatan yang sama.

Berkaca dari hal itu, pemerintahan RI di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan anggaran untuk kesejahteraan guru ASN dan non-ASN pada tahun 2025 akan meningkat menjadi Rp81,6 triliun.

Kebijakan itu diumumkan Prabowo saat berpidato dalam agenda puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Velodrom Rawamangun, Jakarta Timur, pada 28 November 2024 lalu.

Prabowo: Kesejahteraan Guru Bisa Kami Tingkatkan

Dalam kesempatan berbeda, Prabowo menyampaikan kebijakan dana kesejahteraan guru di Indonesia dalam agenda puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024 di Velodrom Rawamangun, Jakarta Timur, pada 28 November 2024 lalu.

“Hari ini saya agak tenang berdiri di hadapan para guru, karena saya bisa menyampaikan bahwa kami walau baru berkuasa satu bulan, kami sudah bisa umumkan bahwa kesejahteraan guru bisa kami tingkatkan,” ujarnya.

Prabowo pun menegaskan, Guru ASN akan menerima tambahan kesejahteraan sebesar satu kali gaji pokok, sementara tunjangan profesi bagi guru non-ASN dinaikkan menjadi Rp2 juta per bulan.

Terkait anggaran untuk kesejahteraan guru ASN dan non-ASN, pemerintah RI juga mengalokasikan dana untuk kegiatan sertifikasi bagi para guru di seluruh daerah.

“Tahun 2025, terdapat 1.932.666 guru yang bersertifikat pendidik, yaitu 64,4 persen, terdapat peningkatan sebanyak 650 guru bersertifikat dibanding tahun 2024,” tutur Prabowo.

Adapun, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi, mengungkap penambahan tunjangan kesejahteraan untuk guru akan menyasar 1,9 juta orang pada tahun 2025.

Sasaran Tunjangan dari Pemerintah RI demi Kesejahteraan Guru

Dalam kesempatan berbeda, Hasan Nasbi merinci pemerintah RI secara bertahap akan memberikan tunjangan yang ditujukan seluruh guru di Indonesia yang saat ini berjumlah 2,9 juta orang.

“Jadi, total di tahun 2025, jumlah guru yang mendapatkan peningkatan kesejahteraan itu berjumlah 1,9 juta orang,” terang Hasan Nasbi dalam jumpa pers di Kantor Presiden Jakarta, pada 2 Desember 2024 lalu.

“Nanti di tahun-tahun yang akan datang jumlahnya akan ditingkatkan, karena sekarang guru-guru kita ada sekitar 2,9 juta orang,” tambahnya.

Hasan pun mencontohkan guru yang memiliki sertifikat sebelum tahun 2024, sudah mendapatkan tunjangan kesejahteraan non-ASN sebesar Rp1,5 juta. Pada 2025, tunjangan itu akan naik menjadi Rp2 juta.

Kemudian, guru ASN maupun non-ASN yang baru mendapatkan sertifikat pada tahun 2024 yang berjumlah 600 ribu orang, juga mendapatkan tunjangan sebesar Rp2 juta.

“Tahun 2024 ada sekitar 600.000 guru ASN maupun non-ASN yang dapat sertifikat. Tahun 2025, mereka langsung dapat tambahan tunjangan sebesar Rp2 juta. Jadi, dia tidak merintis dari Rp1,5 juta dulu, dia langsung Rp2 juta,” tandasnya.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *