
Jabodetabek.id- Kepala daerah terpilih dijadwalkan menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, mulai Jumat 21 Februari 2025 hingga Jumat 28 Februari 2025.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan bahwa seluruh biaya kegiatan ini akan ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal ini sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 200.5/692/SJ yang diterbitkan pada Kamis 13 Februari 2025.
Anggaran Retret Kepala Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam keterangan persnya sempat menyatakan bahwa anggaran yang telah disiapkan untuk retret kepala daerah di Akmil Magelang mencapai Rp13,2 miliar.
Terkait polemik yang ramai, Tito membantah anggapan bahwa retret ini merupakan bentuk pemborosan. Menurutnya, Kemendagri biasanya mengadakan pembekalan kepala daerah selama 14 hari di Jakarta dengan biaya yang lebih besar.
Namun, kali ini waktu pelaksanaan dipersingkat menjadi tujuh hari untuk efisiensi.
Selain retret dari Kemendagri, kepala daerah juga diwajibkan mengikuti program pembekalan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang sebelumnya berlangsung selama satu bulan.
Namun, kali ini sesi Lemhannas dipadatkan menjadi dua hari saja, sedangkan sesi Kemendagri yang biasanya 14 hari dipersingkat menjadi empat hari.
Materi Retret Kepala Daerah
Salah satu materi utama dalam retret ini adalah pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Mengingat kepala daerah akan mengelola anggaran sebesar Rp1.300 triliun, pelatihan ini bertujuan memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan dengan baik dan transparan.
Para kepala daerah juga akan mendapatkan pembekalan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kepolisian, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pendanaan Retret dan Pelantikan
Kemendagri menegaskan bahwa APBN hanya akan menanggung biaya kebutuhan terkait pelantikan dan retret kepala daerah.
Sementara itu, pengeluaran lain seperti tiket transportasi dan akomodasi selama kegiatan akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menegaskan bahwa biaya tambahan di luar agenda resmi memang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah masing-masing.
Jadwal dan Pemateri Retret
Retret kepala daerah ini akan menghadirkan berbagai pemateri dari latar belakang berbeda, termasuk menteri-menteri dalam Kabinet Indonesia Maju serta para pengajar dari Lemhannas.
Selain itu, terdapat kemungkinan beberapa mantan presiden turut memberikan materi dalam kegiatan ini.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah meminta Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk menjadi salah satu pemateri dalam retret ini. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait kehadiran SBY.
Prabowo sendiri dijadwalkan hadir dalam acara ini, meskipun jadwal kehadirannya masih akan menyesuaikan dengan agenda kenegaraan lainnya.
“Bisa sekali, bisa dua kali, atau bisa lebih,” ujar Bima Arya, menekankan fleksibilitas jadwal Presiden dalam acara ini.
Tujuan dan Manfaat Retret
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa retret ini bertujuan mempererat hubungan kepala daerah dengan pemerintah pusat agar implementasi kebijakan nasional di daerah bisa lebih efektif.
Awalnya, retret direncanakan berlangsung selama 14 hari, tetapi dipersingkat menjadi tujuh hari untuk efisiensi.
“Retret ini dikemas dalam format diskusi terbuka, memungkinkan kepala daerah berbagi pengalaman dan tantangan dalam menjalankan tugasnya. Tujuan utamanya adalah memastikan program kepala daerah tetap berpihak kepada rakyat,” ujar Tito kepada media.
Fokus Pembekalan Retret
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya menyebut ada lima fokus utama dalam pembekalan ini:
- Pemahaman Tugas Pokok Kepala Daerah – Mengingat tidak semua kepala daerah memiliki latar belakang politik atau pemerintahan, pembekalan ini akan membantu mereka memahami tugas dan wewenang yang diemban.
- Pemahaman Astacita – Kepala daerah akan diberikan wawasan tentang delapan visi pemerintahan Prabowo-Gibran agar dapat menyelaraskan kebijakan daerah dengan program nasional.
- Membangun Kedekatan Emosional Antar Kepala Daerah – Retret ini menjadi ajang membangun koordinasi dan kerja sama antar daerah.
- Pengelolaan Anggaran Daerah – Kepala daerah perlu memiliki pemahaman mendalam tentang tata kelola keuangan dan anggaran daerah agar dapat mengalokasikan dana dengan efektif.
- Ketahanan Nasional dan Wawasan Kebangsaan – Kepala daerah akan dibekali pemahaman tentang stabilitas nasional dan nasionalisme dalam menjalankan tugasnya.
Retret ini hanya diperuntukkan bagi kepala daerah, sedangkan wakil kepala daerah baru akan bergabung di hari terakhir, yakni 28 Februari 2025
Keputusan ini diambil untuk menghemat anggaran serta menyesuaikan kapasitas fasilitas.
Rangkaian Kegiatan Retret
Retret akan berlangsung dengan jadwal padat dari pagi hingga malam.
Setiap pagi diawali dengan olahraga dan apel, dilanjutkan kelas pembekalan mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WIB. Berikut jadwal harian retret:
– Hari 1 (21 Februari 2025): Pembekalan dari Dirjen Kemendagri terkait tugas pokok kepala daerah, perencanaan, dan pengelolaan keuangan daerah.
– Hari 2 (22 Februari 2025): Sesi khusus Astacita oleh 42 menteri, membahas delapan visi pemerintahan Prabowo-Gibran.
– Hari 3 (23 Februari 2025): Diskusi isu strategis seperti ketahanan pangan, pendidikan, kesehatan, dan kependudukan.
– Hari 4 (24 Februari 2025): Pembahasan mendalam tentang pengelolaan anggaran daerah dan transparansi pemerintahan.
– Hari 5 (25 Februari 2025): Materi tentang ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan.
– Hari 6 (26 Februari 2025): Simulasi dan studi kasus terkait pemerintahan daerah.
– Hari 7 (27 Februari 2025): Evaluasi dan diskusi terbuka.
– Hari 8 (28 Februari 2025): Kehadiran wakil kepala daerah untuk sesi penutupan dan pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto.
Retret ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepala daerah dan pemerintah pusat serta memastikan kebijakan daerah sejalan dengan program nasional yang telah dicanangkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran.











Leave a Reply